Menu

Mode Gelap
Pentingnya Dukungan Teknologi untuk Meningkatkan Efektivitas Penggunaan Rempah di Aceh Menurut Kemenko PMK Dokter Pur Menginginkan Agar Program JKA Tetap Berjalan Tanpa Henti Demi Kebaikan Masyarakat Aceh Simeulue Memimpin Produksi Cengkeh untuk Mendukung Tema PKA KE-8 Wali Kota Lhokseumawe Mendorong BUMN dan Bank untuk Meningkatkan Kontribusi Mereka dalam Meningkatkan Kesejahteraan Petani Sekretaris Daerah Memimpin Pertemuan Persiapan PKA di Anjungan Aceh Besar

OPINI · 18 Oct 2023 16:00 WIB ·

Perjudian Online dan Mesin Slot: Perlu Keseimbangan antara Hiburan dan Dampak Sosial


 Perjudian Online dan Mesin Slot: Perlu Keseimbangan antara Hiburan dan Dampak Sosial Perbesar

Dalam era digital ini, perjudian online dan mesin slot telah menjadi bagian tak terpisahkan dari hiburan yang sangat populer di kalangan masyarakat. Namun, perluasan industri perjudian ini telah menimbulkan sejumlah pertanyaan penting yang perlu kita pertimbangkan.

Pertama-tama, adalah fakta bahwa perjudian online memberikan kemudahan akses yang belum pernah terjadi sebelumnya. Dalam beberapa klik, siapa pun dapat masuk ke situs perjudian dan mulai bertaruh. Ini adalah kemajuan teknologi yang luar biasa, tetapi juga menimbulkan risiko bagi individu yang rentan terhadap perjudian. Kecanduan judi adalah masalah serius yang dapat merusak kehidupan seseorang, dan akses yang mudah ini memperumit masalah tersebut.

Selain itu, mesin slot, baik yang ada di kasino fisik maupun dalam bentuk permainan online, sering dianggap sebagai “perangkap” untuk para penjudi. Desain mereka yang menarik dan efek suara yang menghibur membuatnya sulit untuk berhenti bermain. Ini adalah strategi bisnis yang menguntungkan bagi industri perjudian, tetapi juga berisiko merusak kesejahteraan finansial individu.

Di sisi lain, industri perjudian online juga menciptakan peluang ekonomi. Banyak negara telah melegalkan dan mengatur perjudian online, yang menghasilkan pendapatan pajak yang signifikan dan menciptakan lapangan kerja. Pendapatan ini dapat digunakan untuk membiayai program-program sosial dan infrastruktur yang sangat dibutuhkan.

Namun, baru-baru ini, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengungkapkan fakta yang mencengangkan. Sebanyak 2,2 juta warga berpenghasilan rendah atau yang dikenal sebagai kaum miskin ternyata menggunakan sebagian dari pendapatan mereka untuk bermain judi online. Menurut laporan PPATK, perputaran dana terkait judi online dari tahun 2017 hingga 2022 mencapai jumlah yang sangat besar, yakni Rp190 triliun.

Laporan tersebut juga mengungkapkan bahwa selama periode 2017-2022, masyarakat Indonesia berpartisipasi dalam perjudian online dengan total transaksi mencapai lebih dari Rp52 triliun. Ini menunjukkan bahwa jumlah orang yang terlibat dalam aktivitas perjudian online terus meningkat setiap tahunnya, dan melibatkan jutaan orang.

Lebih lanjut, PPATK melaporkan bahwa ada sekitar 2.761.828 individu yang terlibat dalam perjudian online. Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.190.447 orang melakukan taruhan dengan nominal yang relatif kecil, yaitu kurang dari Rp100 ribu. Mereka yang terlibat dalam kategori ini berasal dari berbagai latar belakang, seperti pelajar, mahasiswa, buruh, petani, ibu rumah tangga, pegawai swasta, dan berbagai profesi lainnya.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa Garis Kemiskinan pada Maret 2023 mencapai Rp550.458 per kapita per bulan, dengan sebagian besar komposisi pendapatan untuk kebutuhan makanan (74,21 persen) dan kebutuhan non-makanan (25,79 persen).

Selain itu, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) melaporkan bahwa berdasarkan laporan PPATK, total transaksi judi online di Indonesia diperkirakan mencapai Rp200 triliun. Sementara itu, perkiraan kerugian masyarakat akibat perjudian online mencapai sekitar Rp27 triliun per tahun.

Fenomena ini telah menjadi sorotan, dan Guru Besar Sosiologi dari Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Airlangga (Unair), Prof Dr. Bagong Suyanto, Drs., MSi, mengakui bahwa perjudian telah lama menjadi masalah. Dalam pandangannya, media seperti film “God Of Gamblers” yang populer di masyarakat Indonesia seakan memberikan legitimasi kepada orang-orang untuk mencari perubahan nasib melalui perjudian. “Faktor mentalitas yang ingin menemukan jalan pintas. Ketika cara-cara rasional tidak lagi terasa memungkinkan untuk mengubah nasib, maka seseorang mungkin memilih jalur irasional, seperti perjudian,” jelas Prof. Bagong.

Salah satu faktor yang menyebabkan tingginya partisipasi dalam judi online adalah kemudahan aksesnya. Selain itu, jumlah deposit minimal yang rendah membuat judi online mudah dijangkau oleh masyarakat miskin. Menurut Prof. Bagong, kesempatan untuk berjudi dengan modal terbatas ini justru mendorong orang miskin untuk mencoba keberuntungan mereka. “Judi online menjadi alternatif untuk mencari perubahan hidup. Orang seringkali memiliki persepsi bahwa ‘mungkin ini adalah rejeki’ dan inilah yang membuatnya adiktif dalam berjudi,” kata Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP).

Prof. Bagong juga menilai bahwa penegakan hukum dalam mengatasi perjudian masih menjadi tantangan besar. Meskipun perjudian sendiri masuk dalam kategori kejahatan sekunder, ia juga dapat menjadi pemicu perilaku kriminal lainnya, terutama ketika seorang penjudi kehilangan semua kekayaannya. Oleh karena itu, ia berpendapat bahwa upaya rehabilitasi, terutama dengan melibatkan keluarga dan aspek keagamaan, sangat penting. Terutama dalam konteks keluarga, kehadiran anggota keluarga yang memiliki peran pengawasan dan kontrol sangat berarti. “Keluarga harus hadir untuk memberikan bimbingan kepada penjudi. Dukungan dari individu terdekat inilah yang dapat membantu penjudi keluar dari dampak kecanduan,” demikian Prof. Bagong menutup pembahasannya.

Dengan demikian, perjudian online dan mesin slot, meskipun memberikan hiburan dan peluang ekonomi, juga menimbulkan masalah serius, terutama di kalangan masyarakat berpenghasilan rendah. Diperlukan tindakan yang bijaksana dari pemerintah dan masyarakat untuk mencari solusi yang seimbang antara hiburan dan perlindungan individu dalam menghadapi perjudian online.

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Ayahanda Abdullah Puteh: Sosok Penyambung Suara Tanah Aceh

10 October 2023 - 16:00 WIB

Taufik Madjid, Pejabat Inspiratif di Kemendes PDTT

9 October 2023 - 15:00 WIB

Transformasi Tanah Abang: Beradaptasi dengan Era Digital

30 September 2023 - 20:00 WIB

Konektivitas Ayahanda Abdullah Puteh dalam Prospek Kemajuan Ekonomi Aceh

26 September 2023 - 08:00 WIB

Songsong Kebangkitan Bangsa dalam Quo Nasional dan Demokratis

4 September 2023 - 10:00 WIB

“Reconecer to” Inklusivitas Ekonomi Mikro dalam Perkembangan Potensi Bangsa

25 August 2023 - 20:00 WIB

Trending di OPINI