Menu

Mode Gelap
Pentingnya Dukungan Teknologi untuk Meningkatkan Efektivitas Penggunaan Rempah di Aceh Menurut Kemenko PMK Dokter Pur Menginginkan Agar Program JKA Tetap Berjalan Tanpa Henti Demi Kebaikan Masyarakat Aceh Simeulue Memimpin Produksi Cengkeh untuk Mendukung Tema PKA KE-8 Wali Kota Lhokseumawe Mendorong BUMN dan Bank untuk Meningkatkan Kontribusi Mereka dalam Meningkatkan Kesejahteraan Petani Sekretaris Daerah Memimpin Pertemuan Persiapan PKA di Anjungan Aceh Besar

PERTANIAN · 2 Aug 2023 09:20 WIB ·

Papua Tengah Alami Kekeringan dan Kelaparan, Jokowi Minta Ditangani Segera


 Presiden Jokowi memberikan keterangan pers jelang keberangkatannya menuju China di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis (27/7/2023). Foto: Kris/Biro Pers Sekretariat Presiden Perbesar

Presiden Jokowi memberikan keterangan pers jelang keberangkatannya menuju China di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis (27/7/2023). Foto: Kris/Biro Pers Sekretariat Presiden

Jakarta – Kekeringan yang terjadi selama dua bulan terakhir di Kabupaten Puncak, Papua Tengah, menyebabkan enam warga meninggal dunia dan berdampak kepada sedikitnya 7.500 orang.
Menanggapi hal itu, Presiden Jokowi mengatakan telah memerintahkan Menko PMK Muhadjir Effendy, Mensos Tri Rismaharini, Kepala BNPB Suharyanto, dan BPBD di daerah untuk secepatnya menangani masalah kekeringan itu.

“Saya sudah perintahkan kepada Menko PMK, Menteri Sosial, BNPB dan juga di daerah, di Papua, untuk segera menangani secepat-cepatnya, tapi problemnya supaya tahu itu ada daerah spesifik yang kalau di musim salju itu yang namanya tanaman tidak ada yang tumbuh. Di ketinggian yang sangat tinggi di distrik itu,” kata Jokowi di Inlet Sodetan Ciliwung, Jakarta Timur, Senin (31/7).
Sementara untuk bantuan, Jokowi mengakui pihaknya kesulitan menyalurkan bantuan karena masalah keamanan.

“Pesawat tidak berani turun sehingga problem lagi. Sebab itu saya minta juga tadi TNI untuk membantu mengawal. Di sana memang problemnya selalu seperti itu,” ujar Jokowi.

“Medannya yang sangat sulit, pesawat yang mau turun pilotnya enggak berani sehingga problem itu yang terjadi,” pungkasnya.

Kekeringan di Papua Tengah dipicu cuaca ekstrem. Temperatur udara sangat dingin dan hujan tidak turun sejak Mei, sehingga warga gagal panen.

Kondisi itu membuat warga terpaksa mengonsumsi umbi-umbian busuk, yang membuat mereka terkena diare.

Distribusi makanan yang belum maksimal karena masalah keamanan juga membuat masyarakat harus jalan kaki selama dua hari untuk mendapat bantuan makanan di daerah terdekat.

Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pentingnya Dukungan Teknologi untuk Meningkatkan Efektivitas Penggunaan Rempah di Aceh Menurut Kemenko PMK

7 November 2023 - 10:00 WIB

Wali Kota Lhokseumawe Mendorong BUMN dan Bank untuk Meningkatkan Kontribusi Mereka dalam Meningkatkan Kesejahteraan Petani

4 November 2023 - 13:00 WIB

Pertambangan Emas di Aceh Tengah Berdampak pada Aceh Utara dan Timur

31 October 2023 - 10:00 WIB

Ketakutan Menyelimuti Puluhan Pengusaha Pengolahan Padi di Deliserdang

29 October 2023 - 15:00 WIB

Strategi Inovatif Pemanfaatan Limbah Pertanian untuk Meningkatkan Kualitas Udara

27 October 2023 - 10:00 WIB

Strategi Dua Pendekatan Diterapkan oleh Distan Aceh Besar untuk Mengatasi Dampak Perubahan Iklim

25 October 2023 - 10:00 WIB

Trending di PERTANIAN